Abstraksi
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia baik sebagai individu maupun dalam berhubungan dengan lingkungannya. Pendidikan merupakan usaha sadar yang memiliki tujuan mengubah tingkah laku manusia dan mendewasakannya dengan upaya-upaya pelatihan dan pengajaran. Psikologi pendidikan merupakan ilmu pengetahuan tentang teori psikologis, proses dan faktor kejiwaan yang berhubungan dengan proses pendidikan. Gejala kejiwaan seorang siswa belajar Matematika merupakan seluruh gejala yang dapat dilihat sebagai perbedaan kondisi psikis seorang siswa dalam proses pembelajaran Matematika. Makalah ini akan membahas tentang bentuk-bentuk dari gejala kejiwaan siswa belajar Matematika yang meliputi proses penginderaan dan persepsi, memori, berfikir, intelegensi, emosi, serta motivasi, pencarian pola dan hubungan, aktifitas yang kreatif, melibatkan imajinasi, intuisi, dan menemukan, proses pemecahan masalah, dan mengkomunikasikan informasi atau ide. Gejala lain yang Nampak adalah pada saat terjadi interaksi antar siswa yang mengharuskan mereka berkolaborasi, bekerja kelompok, belajar secara individual, maupun belajar secara kontekstual.
I. Pendahuluan
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia baik sebagai individu maupun dalam berhubungan dengan lingkungannya. (Psikologi Pendidikan, 2007:5)
Pendidikan merupakan proses memelihara dan membentuk latihan. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (1991) menyebutkan bahwa pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. (Psikologi Pendidikan, 2007:3)
Poerbakawatja dan harahap dalam Muhibbin Syah (2001) mendefinisikan pendidikan sebagai usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk meningkatkan kedewasaan yang selalu diartikan sebagai kemampuan untuk bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. (Psikologi Pendidikan, 2007:3)
Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar yang memiliki tujuan mengubah tingkah laku manusia dan mendewasakannya dengan upaya-upaya pelatihan dan pengajaran.
Whiterington (1978) mendefinisikan psikologi pendidikan sebagai studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor kejiwaan yang berhubungan dengan pendidikan manusia. (Psikologi Pendidikan, 2007:4)
Psikologi pendidikan merupakan ilmu yang mempelajari penerapan teori-teori psikologi dalam bidang pendidikan. (Psikologi Pendidikan, 2007:5)
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan merupakan ilmu pengetahuan tentang teori psikologis, proses dan faktor kejiwaan yang berhubungan dengan proses pendidikan.
Gejala kejiwaan seorang siswa belajar Matematika merupakan seluruh gejala yang dapat dilihat sebagai perbedaan kondisi psikis seorang siswa dalam proses pembelajaran Matematika.
II. Isi
Gejala kejiwaan seorang siswa belajar Matematika dapat dilihat dari beberapa bentuk dari gejala jiwa itu sendiri. Bentuk dari gejala jiwa itu sendiri meliputi proses penginderaan dan persepsi, memori, berfikir, intelegensi, emosi, serta motivasi.
1. Penginderaan dan persepsi
Penginderaan adalah proses masuknya stimulus ke dalam alat indera manusia. Selanjutnya stimulus tersebut akan masuk ke dalam otak yang kemudian akan diterjemahkan. Kemampuan otak dalam menerjemahkan stimulus yang masuk ke dalam alat indera disebut dengan persepsi.
Contoh dari proses penginderaan dan persepsi dalam pembelajaran Matematika adalah ketika seorang siswa melihat alat peraga berupa kubus atau balok yang memiliki warna atau ukuran yang berbeda. Kemudian siswa tersebut akan dapat menerjemahkan stimulus tersebut dengan menyebutkan perbedaan warna dan ukuran dari kubus tersebut. Mungkin pada saat yang sama siswa lain akan memiliki persepsi berbeda tentang warna dan ukuran dari kubus. Misalnya, siswa pertama menganggap warna yang paling menyolok adalah kuning, akan tetapi siswa kedua mengatakan warna merah yang lebih meyolok.
2. Memori
Pengertian dari memori adalah proses masuknya pesan dalam ingatan, kemudian menyimpan pesan itu sendiri, dan memunculkan kembali pesan tersebut.
Memori terbagi atas tiga macam yang dibedakan mnurut rentang waktu bertahannya memori.
a. Memori jangka pendek
Memori jangka pendek hanya akan bertahan beberapa detik saja. Dalam proses pembelajaran Matematika ketika seorang guru menjelaskan tentang definisi dari himpunan, siswa hanya akan mengingat beberapa detik saja dan tidak akan mampu mengatakan secara tepat dan sama tentang pengertian yang telah diucapkan oleh guru tersebut. Atau saat guru menyebutkan suatu digit angka kemudian siswa telah berhasil menghafalnya, dan pada saat disebut digit angka yang lain, maka siswa akan cenderung melupakan digit angka pertama yang disebutkan.
b. Memori kerja
Definisi dari memori kerja adalah memori yang dapat menyimpan informasi lebih lama yaitu sekitar beberapa menit sampai beberapa jam dan dapat member waktu yang cukup untuk secara sadar melakukan proses berfikir.
Contoh dari memori kerja siswa dalam belajar Matematika adalah ketika ia menggunakan system kebut semalam dalam proses belajar untuk mempersiapkan ulangan harian esok hari. Mungkin setelah ulangan selesai memori tersebut akan hilang karena menurut siswa tersebut materi yang dipelajari tidak cukup bermakna.
c. Memori jangka panjang
Pengertian dari memori jangka panjang adalah memori yang dapat bertahan sampai seumur hidup atau bahkan memori yang tidak akan pernah bisa dilupakan. Beberapa factor yang memengaruhinya antara lain, informasi yang berhubungan dengan keselamatan hidup, membangkitkan emosi, masuk akal dan berarti.
Dalam dunia pendidikan siswa yang berhasil memecahkan persoalan logaritma dengan jalan mereka sendiri akan lebih dapat mengingat cara tersebut. Apabila suatu saat diberikan persoalan yang hamper sama, maka siswa yang terkait akan lebih mudah mengerjakannya.
3. Berfikir
Aktifitas kognitif manusia yang cukup kompleks disebut proses berfikir. (Psikologi Pendidikan, 2007:12).
Dalam proses berfikir, bentuk gejala jiwa yang terlibat antara lain penginderaan, persepsi, maupun memori. Proses berfikir dialami seorang individu pada saat menemui masalah dan berusaha untuk memecahkannya.
Beberapa contoh dari proses berfikir antara lain saat siswa berada didalam kelas dan diberikan beberapa permasalahan matematika seperti persamaan kuadrat yang kemudian mereka diharuskan untuk mencari akar-akar persamaan kuadrat tersebut atau saat mereka menggunakan logika mereka dengan menghubungkan permasalahan matematika dengan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
4. Intelegensi
Intelegensi didefinisikan sebagai kemampuan menyesuaikan diri, kemampuan untuk belajar, dan kemampuan untuk berfikir abstrak.
Dalam proses pembelajaran matematika, contoh dari intelegensi adalah ketika seorang siswa tidak dihadapkan pada objek real berupa bangun ruang prisma akan tetapi mereka diharuskan untuk membayangkan objek abstraknya.
5. Emosi dan motivasi
Menurut Kartono (1987) emosi diartikan sebagai tergugahnya perasaan yang disertai dengan perubahan-perubahan dalam tubuh, misalnya otot menegang, jantung berdebar. Sedangkan motivasi diartikan sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan yang memberi arah dan ketahanan pada tingkah laku tersebut. (Psikologi Pendidikan, 2007:24)
Menurut Ebbutt, S. and Straker, A. (1995), mengatakan bahwa gejala kejiwaan seorang siswa belajar Matematika adalah mencari pola dan hubungan (search for patterns and relationship), aktifitas yang kreatif, melibatkan imajinasi, intuisi, dan menemukan (creative activity, involving imagination, intuition and discovery), proses pemecahan masalah (a way of solving problems), dan mengkomunikasikan informasi atau ide (communicating information or ideas).
a. Mathematics is a search for patterns and relationship
As a search for pattern and relationship, mathematics can be perceived as a network of interrelated ideas. Mathematics activities help the students to form the connections in this network. It implies that the teacher can help students learn mathematics by giving them opportunities to discover and investigate patterns, and to describe and record the relationships they find; encouraging exploration and experiment by trying things out in as many different ways as possible; urging the students to look for consistencies or inconsistencies, similarities or differences, for ways of ordering or arranging, for ways of combining or separating; helping the students to generalize from their discoveries; and helping them to understand and see connections between mathematics ideas. (ibid, p.8)
b. Mathematics is a creative activity, involving imagination, intuition and discovery
Creativity in mathematics lies in producing a geometric design, in making up computer programs, in pursuing investigations, in considering infinity, and in many other activities. The variety and individuality of children mathematical activity needs to be catered for in the classroom. The teacher may help the students by fostering initiative, originality and divergent thinking; stimulating curiosity, encouraging questions, conjecture and predictions; valuing and allowing time for trial-andadjustment approaches; viewing unexpected results as a source for further inquiry; rather than as mistakes; encouraging the students to create mathematical structure and designs; and helping children to examine others’ results (ibid. p. 8-9)
c. Mathematics is a way of solving problems
Mathematics can provide an important set of tools for problems- in the main, on paper and in real situations. Students of all ages can develop the skills and processes of problem solving and can initiate their own mathematical problems. Hence, the teacher may help the students learn mathematics by: providing an interesting and stimulating environment in which mathematical problems are likely to occur; suggesting problems themselves and helping students discover and invent their own; helping students to identify what information they need to solve a problem and how to obtain it; encouraging the students to reason logically, to be consistent, to works systematically and to develop recording system; making sure that the students develop and can use mathematical skills and knowledge necessary for solving problems; helping them to know how and when to use different mathematical tools (ibid. p.9)
d. Mathematics is a means of communicating information or ideas
Language and graphical communication are important aspects of mathematics learning. By talking, recording, and drawing graphs and diagrams, children can come to see that mathematics can be used to communicate ideas and information and can gain confidence in using it in this way. Hence, the teacher may help the students learn mathematics by: creating opportunities for describing properties; making time for both informal conversation and more formal discussion about mathematical ideas; encouraging students to read and write about mathematics; and valuing and supporting the diverse cultural and linguistic backgrounds of all students (ibid. p.10)
(marsigitmateri-workshop-qitepphilosophymatheduclesson-study-teamfinal.pdf)
Gejala kejiwaan seorang siswa belajar Matematika dapat juga dilihat dari seberapa besar motivasi yang mereka miliki. Selain itu gejala kejiwaan itu akan nampak saat siswa berinteraksi dengan orang lain dalam bentuk kolaborasi dalam upaya mengidentifikasi, menemukan, dan menjelaskan atau membagikan informasi satu sama lain. Siswa dapat belajar secara individual ataupun kontekstual juga merupakan salah satu bentuk dari gejala kejiwaan siswa belajar matematika.
III. Kesimpulan
Gejala kejiwaan seorang siswa belajar Matematika merupakan seluruh gejala yang dapat dilihat sebagai perbedaan kondisi psikis seorang siswa dalam proses pembelajaran Matematika.
Gejala kejiwaan seorang siswa belajar Matematika dapat dilihat dari beberapa bentuk dari gejala jiwa itu sendiri. Bentuk dari gejala jiwa itu sendiri meliputi proses penginderaan dan persepsi, memori, berfikir, intelegensi, emosi, serta motivasi.
Menurut Ebbutt, S. and Straker, A. (1995), mengatakan bahwa gejala kejiwaan seorang siswa belajar Matematika adalah mencari pola dan hubungan (search for patterns and relationship), aktifitas yang kreatif, melibatkan imajinasi, intuisi, dan menemukan (creative activity, involving imagination, intuition and discovery), proses pemecahan masalah (a way of solving problems), dan mengkomunikasikan informasi atau ide (communicating information or ideas).
Gejala kejiwaan seorang siswa belajar Matematika dapat juga dilihat dari seberapa besar motivasi yang mereka miliki. Selain itu gejala kejiwaan itu akan nampak saat siswa berinteraksi dengan orang lain dalam bentuk kolaborasi dalam upaya mengidentifikasi, menemukan, dan menjelaskan atau membagikan informasi satu sama lain. Siswa dapat belajar secara individual ataupun kontekstual juga merupakan salah satu bentuk dari gejala kejiwaan siswa belajar matematika.
referens:
Sugihartono,dkk.2007.Psikologi Pendidikan.Yogyakarta: UNY Press
marsigitmateri-workshop-qitepphilosophymatheduclesson-study-teamfinal.pdf
referens:
Sugihartono,dkk.2007.Psikologi Pendidikan.Yogyakarta: UNY Press
marsigitmateri-workshop-qitepphilosophymatheduclesson-study-teamfinal.pdf